oleh

Update Covid-19 Per Senin 18 Juli 2022

-Berita, NEWS-0 views

Update Covid-19 Per Senin 18 Juli 2022 terus melonjak hingga kini dilaporkan dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tetap tetap melaporkan di Indonesia terdapatnya penambahan masalah positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat virus Corona.

Update Covid-19 Per Senin 18 Juli 2022 Terus Bertambah

Total akumulatifnya terkandung 6.138.346 orang hingga saat ini terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona yang sebabkan Covid-19.

Sedangkan masalah sembuh tersedia penambahan 2.427 orang pada hari ini. Dengan begitu, total akumulatif tersedia 5.952.981 pasien berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 hingga kini di Indonesia.

Sementara itu masalah meninggal dunia pada hari ini bertambah 10 orang. Hingga kini total akumulatifnya sebanyak 156.859 orang meninggal dunia di Indonesia akibat virus Corona yang sebabkan Covid-19.

Data update pasien Covid-19 selanjutnya tercatat sejak Minggu 17 Juli 2022 pukul 12.00 WIB, hingga hari ini, Senin (18/7/2022) pada jam yang sama.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 menyebut, masalah virus corona di Indonesia meningkat akibat munculnya subvarian Omicorn BA.4 dan BA.5. Berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), keadaan Covid-19 di Indonesia saat ini berada di level 2.

“Maka andaikan kami memandang information kajian Kemenkes per 13 Juli 2022, maka keadaan Indonesia masuk ke dalam level 2,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro dilihat di Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu 16 Juli 2022.

Dia menyampaikan, tingkat penularan atau transmisi komunitas masalah Covid-19 di Indonesia berada di angka 6,70 per 100.000 penduduk per minggu. Adapun tingkat rawat inap di RS Rujukan Covid-19 yakni, 0,57 per 100.000 penduduk per minggu.

Indonesia Jadi Perhatian
Sementara itu, tingkat kematian akibat Covid-19 sebesar 0,01 per 100.000 penduduk per minggu. Di segi lain, Reisa mengungkap angka positivity rate Indonesia melebihi standar yang ditetapkam WHO sebesar 5 persen.

“Pada 13 Juli 2022, kami memandang terdapatnya kenaikan yang sebabkan positivity rate harian Indonesia menjadi 5,88 persen,” ucap Reisa.

Menurut dia, positivity rate Covid-19 dalam satu pekan paling akhir sebesar 5,72 persen. Reisa utamakan tingginya angka positivity rate di atas standar WHO sebabkan risiko penularan pada Covid-19 melonjak.

“Artinya, saat ini Indonesia mesti kembali masuk ke negara yang mesti diperhatikan gara-gara sudah melebihi standar WHO di mana positivity rate sebaiknya tidak lebih dari 5 persen,” tahu dia.

“Dengan terdapatnya peningkatan positivity rate, artinya terdapatnya peningkatan risiko untuk terinfeksi saat kami beraktivitas dalam lingkungan,” sambung Reisa.

Dia sangat percaya Indonesia mampu menekan kenbali jumlah masalah Covid-19. Salah satunya, dengan tekun menggerakkan protokol kesehatan andaikan beraktivitas di luar rumah.

“Mari Kita Bersama-sama Menjaga Diri Agar Tidak Terinfeksi. Mulai dari, penggunaan masker terlalu penting saat kami berinteraksi dengan orang lain yang kami tidak ketahui keadaan kesehatannya,” tutur Reisa.

WHO Sebut Kasus Covid-19 Global Naik 5 Minggu Berturut-turut
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa secara world jumlah masalah Covid-19 mingguan sudah meningkat selama lima minggu berturut-turut. Ini termasuk sejak tren penurunan masalah Corona pada Maret 2022.

Laporan Covid-19 Weekly Epidemiological Update Edition 100 yang dirilis pada 13 Juli 2022 menunjukkan, hingga 10 Juli 2022, lebih dari 5,7 juta masalah baru dilaporkan.

Jumlah ini tandanya terdapatnya peningkatan masalah sebanyak 6 prosen dibandingkan minggu sebelumnya. Jumlah kematian mingguan baru serupa dengan angka yang dilaporkan selama minggu sebelumnya, dengan lebih dari 9.800 kematian dilaporkan ke WHO.

Di tingkat regional, jumlah masalah baru mingguan meningkat di Wilayah Pasifik Barat sebanyak 28 persen, Wilayah Mediterania Timur bertambah 25 persen, Wilayah Asia Tenggara bertambah 5 persen.

Sementara, penurunan masalah terjadi di Wilayah Afrika sebanyak 33 prosen dan di Wilayah Amerika 1 persen.

Sedangkan, jumlah kematian mingguan meningkat di Wilayah Mediterania Timur sebanyak 78 prosen dan Wilayah Asia Tenggara 23 persen.

Di Negara Afrika terjadi penurunan jumlah kematian sekitaa (17 persen) dan Pasifik Barat juga mengalami penurunan 10 persen dari biasanya. Wilayah Amerika dan Wilayah Eropa keduanya melaporkan angka yang serupa dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

“Pada 10 Juli 2022, cuma di bawah 553 juta masalah yang dilakukan konfirmasi dan lebih dari 6,3 juta kematian sudah dilaporkan secara global,” mengutip Covid-19 Weekly Epidemiological Update Edition 100, Sabtu 16 Juli 2022.

Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

Kasus infeksi virus Corona pertama kali nampak di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari masala Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.h tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak cuma di China tetapi termasuk di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menginformasikan masalah Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk menahan penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 tetap meningkat.

Sepekan kemudian, masalah kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Asalanya dari seseorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Hal ini telah disampaikan tegas melalui Pengumuman yang disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 selanjutnya adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien selanjutnya masuk tempat tinggal sakit dalam keadaan sakit berat dan tersedia segi penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah memadai lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto tunjukkan pasien no 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan area isolasi.

Pemerintah kemudian melaksanakan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah keputusan fungsi menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk keputusan presiden (perpres), keputusan pemerintah (PP) hingga ketentuan presiden (keppres)

Salah satunya Keppres Nomor 7 th. 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka mengatasi penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas punyai sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan dan juga mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan khusus darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata sudah diberlakukan sejak 28 Januari hingga 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat mengulas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, gara-gara skala jadi besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari hingga 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum tersedia yang memastikan status darurat Covid-9 di lokasi masing-masing.

Agus Wibowo menyebutkan kecuali tempat sudah memastikan status keadaan darurat, maka status keadaan khusus darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan masalah virus corona (Covid 19) pun jadi intens dilakukan. Pemerintah melaksanakan beraneka upaya untuk mereduksi sekaligus mengimbuhkan pengobatan pada mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan web site covid19.go.id, sebanyak 140 tempat tinggal sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan tempat tinggal sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah formal menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai tempat tinggal sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan segera oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran segera terima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau selanjutnya dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat selanjutnya sudah dirapikan dan mampu menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya termasuk dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.