oleh

Susi Pudjiastuti Mantan KKP Tanggapi Kasus Edhy Prabowo

-NEWS-4 views

Bersaing.com – Susi Pudjiastuti Mantan KKP Tanggapi Kasus Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan yang kini sudah terbukti melakukan korupsi didalam mengekspor bibit lobster.

Maklum saja, Susi merupakan mantan Menteri KKP sebelum Edhy Prabowo, jadi sedikit banyak akan mengetahui masalah ini.

Banyak yang penasaran bersama dengan reaksi Susi Pudjiastuti. Sebab selama ini Susi dikenal sebagai sosok yang merawat bibit lobster dan semua kekayaan hayati laut Indonesia.

Dalam acara Susi Cek Ombak pada channel Youtube MetroTV, mantan KKP ini dimintai respon perihal Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang ditangkap KPK atas masalah korupsi. Namun Susi pilih enggan berkomentar.

“Bu, tadi itu tersedia berita besar,” kata Don Bosco layaknya dikutip dari channel YouTube Live MetroTV.

“Apa itu?” bertanya Susi penasaran.

Bosco menanyakan kepada Susi Bagaimana asumsi ibu Susi pertama kali, setelah mendengar berita besar bahwa rombongan Menteri KKP ditangkap KPK di bandara. Namun pertanyaan ini enggan dijawab oleh ibu Susi

“Saya baru jelas jam 9. Tapi aku tidak senang komen, ini acara Susi Cek Ombak. Pokok dari acara ini adalah senang-senang saja, santai-santai aja, bukan membahas politik gitu lho,” ujar Susi kepada wartawan berita hari ini sambil tertawa.

Susi Pudjiastuti Mantan KKP Menjadi Viral

  • VIRAL
    • Don Bosco Selamun masih terlihat begitu penasaran bersama dengan reaksi Susi Pudjiastuti, perihal penangkapan Edhy Prabowo. Terlebih lagi, nama Susi sempat viral sesudah berita penangkapan Edhy Prabowo. Namun sayang, Susi masih enggan menanggapi. Terkait namanya yang viral, dia mengaku hal itu telah biasa.
    • “Saya bertanya karena Menteri KKP yang ditangkap, namun Ibu Susi yang viral,” ucap Bosco.
    • “Kalau aku viral, telah kerap Bang Don. Netizen itu kan nakal-nakal. Ada Susi ngupil di DPR, beritanya ke mana-mana,” tukas Susi.
  • DIANGGAP BERTENTANGAN
    • Selain itu, Don Bosco memancing Susi untuk mengomentari kebijakan Edhy yang bertentangan. Tapi Susi menjawabnya bersama dengan terlalu bijak.
    • “Kebijakan bertentangan itu kan hal lumrah, hal biasa. Saya kan cinta lingkungan, orang jelas tentang ekologi laut. Ya aku mencoba mempertahankan yang aku pikir baik. Jangan ke sana ulang Bang Don,” kata Susi.
  • PARA POLITISI
    • Susi yang kini lebih menikmati hari santainya di laut, mengaku tak senang ulang berkhayal soal politik. Dia sampai lupa para politisi yang pernah terima perizinan soal kelautan.
    • “Pernah dengar nggak, bahwa tersedia sejumlah politisi terima sejumlah perizinan dan lain-lain?” bertanya Bosco.
    • “Itu telah ramai lama. Sekarang telah lupa. Saya tidak pikir lagi. Saya saat ini lebih bahagia di pulau, berenang, gitu,” papar Susi.
  • TENGGELAMKAN
    • Tak berhenti sampai di situ, Don Bosco kemudian menanyakan soal pembudidayaan lobster. Ia menginginkan jelas sikap Susi tentang bibit lobster dan pembudidayaannya.
    • “Lalu saat ini tentang pembudidayaan lobster? Kan itu kan yang selama ini diperjuangkan Ibu Susi. Jangan pura-pura tidak jelas dan pura-pura lupa,” cerca Don Bosco tertawa.
    • Mengetahui dicecar bersama dengan pertanyaan-pertanyaan perihal pemberitaan korupsi ekspor benih lobster, Susi berekasi tak terduga.
    • “Saya tidak jelas itu sekarang. Pak Don Bosco ini pemirsa, luar biasa. Besok ulang aku tidak senang disuruh acara khusus-khusus. Kali ini aku dibajak mirip beliau. Pemirsa bantuin dong, mesti ditenggelamkan nggak ini. Kalau itu, sampai kapan pun biarkan saja lobster besar di laut. Kita tangkap yang besar, itu saja,” ujarnya.
  • Pesan Menyentuh
    • Susi yang semenjak pernah kondang merawat kekayaan dan keanekaragaman hayati, berpesan untuk menyerahkan kehidupan laut terhadap Tuhan.
    • “Saya senantiasa sepakat Tuhan yang membudidayakan di laut. Manusia mengambil terhadap kala besar. Lebih baik lobster dibesarkan oleh laut,” pesan Susi.

Kabar yang beredar, kini sebagian ketetapan perihal ekspor bibit lobster telah dilegalkan. Termasuk dikirim ke Vietnam, yang telah memiliki alat budidaya lobster yang bagus. Menanggapi hal tersebut, sontak Susi mengaku sedih.

“Sedih saya, sedih. Karena lobster besar telah tidak ada,” ungkap Susi lagi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed