oleh

Staf Istri Edhy Prabowo Menjadi Tersangka Terkait Dugaan Suap

-NEWS-0 views

Bersaing.com – Staf Istri Edhy Prabowo Menjadi Tersangka Terkait Dugaan Suap setelah menetapkan tujuh tersangka berkaitan dugaan suap urusan ekspor benih lobster atau benur. Selain Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, keliru satu orang yang jadi tersangka adalah staf istri Edhy Prabowo, Ainul Faqih (AF). Apa perannya?
Dalam masalah ini, Ainul Faqih berperan sebagai pihak yang menerima kiriman duit berasal dari PT ACK melalui Ahmad Bahtiar. Ahmad Bahtiar adalah keliru satu pemilik PT ACK, ‘nominee’ berasal dari Edhy Prabowo sendiri serta Yudi Surya Atmaja.

PT ACK adalah perusahaan ‘forwarder’ atau penerus benur yang hendak diekspor berasal dari Indonesia ke luar negeri. Semua calon eksportir diwajibkan harus memakai PT ACK untuk menyalurkannya ke mancanegara.

Balik ke peran Ainul Faqih, staf istri Edhy Prabowo ini ‘menampung’ duit berasal dari PT ACK. Transfer duit berasal dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening Ainul Faqih dikira berjalan terhadap 5 November 2020 sebesar Rp 3,4 miliar.

Uang itu diperuntukkan membuat keperluan Edhy Prabowo, istrinya bernama Iis Rosyati Dewi, stafsus Edhy bernama Safri, dan stafsus Edhy bernama Andreau Pribadi Misanta. Duit miliaran rupiah itu dipakai belanja-belanja di Hawaii.

Staf Istri Edhy Prabowo Menjadi Tersangka Baru

“Penggunaan uang yang di keluarkan oleh Edhy Prabowo bersama Iis Rosyati Dewi didalam membeli barang selama di Honolulu AS  ditanggal 21 sampai dengan 23 November 2020 lebih kurang Rp 750 juta, di antaranya berbentuk jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, busana Old Navy,” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam jumpa pers di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/11).

Selain itu Edghy menerima sejumlah uang $100 ribu yang berasal dari Suharjito melalui Safri dan Amiril Mukminin,” imbuhnya.

Selain itu, Ainul Faqih mengirimkan duit sebesar Rp 436 juta kepada Safri dan Andreau Pribadi Misanta terhadap lebih kurang bulan Agustus 2020. Safri adalah stafsus Edhy Prabowo yang udah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan Andreu belum ditangkap dan diimbau menyerahkan diri.

Istri Edhy Prabowo, Iis Rosita, dibebaskan lantaran tidak masuk dalam enam orang lainnya yang udah ditetapkan sebagai tersangka. KPK mengaku belum menemukan bukti keterlibatan Iis sebagai istri Edhy dalam masalah dugaan suap ekspor benih lobster.

Nawawi menjelaskan pihaknya udah lakukan gelar perkara atau ekspose. Berdasarkan ekspose tersebut, KPK baru menemukan keterlibatan tujuh orang yang udah ditetapkan sebagai tersangka, keliru satunya Edhy Prabowo.

“KPK sampai menggelar konferensi pers ini pada mulanya udah lakukan gelar perkara, pimpinan dan Pak Satgas, dan sesudah itu Kedeputian Penindakan. Dalam gelar perkara itu disimpulkan bahwa sejauh ini baru yang tujuh orang yang kami sebutkan tadi yang memenuhi sekurang-kurangnya pembuktian dua alat bukti. Sejauh ini baru yang tujuh orang ini saja,” katanya dalam konferensi pers di kantor KPK bersama tim berita hari ini, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2020).

Berikut 7 tersangka yang ditetapkan KPK:

Sebagai penerima:
1.  Menteri KKP – Edhy Prabowo (EP)
2.  Stafsus Menteri KKP – Safri (SAF)
3.  Stafsus Menteri KKP – Andreau Pribadi Misanta (APM)
4.  Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK) – Siswadi (SWD)
5.  Staf istri Menteri KKP – Ainul Faqih (AF)
6.  Amiril Mukminin (AM)

Sebagai pemberi:
7.  Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP) – Suharjito (SJT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.