oleh

Rizieq Shihab Menyerahkan 38 Bukti Untuk Pembelaan Diri

-NEWS-0 views

Bersaing.comRizieq Shihab menyerahkan 38 bukti tertera yang menjadi pembelakaan tidak layak menjadi tersangka persoalan kerumunan di Petamburan. Jawa Barat. Habib Rizieq dapat menjalani sidang praperadilan kedua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/1/2021).

Sidang bersama agenda penyerahan bukti tersebut rencananya dapat berlangsung terhadap pukul 13.00 WIB.

Tim kuasa hukum Rizieq, Alamsyah Hanafiah mengatakan, pihaknya sudah buat persiapan bukti tertera untuk diserahkan hari ini. Setidaknya ada 38 bukti tertera yang disiapkan oleh kubu Rizieq.

“Bukti tertera dan saksi pemohon, bukti tertera ada 38,” ungkap Alamsyah kepada wartawan.

Keberatan

Rizieq didalam permohonannya mulai keberatan atas standing tersangka tentang persoalan pelanggaran protokol kesehatan. Untuk itu, Rizieq meminta supaya standing tersangka yang tersemat terhadap dirinya dinyatakan tidak sah. Pasalnya, hal itu tidak berdasar terhadap hukum yang berlaku.

Dalam petitumnya, Rizieq menunjukkan jikalau SP.Sidik/4604/XI/2020/Ditreskrimum pada tanggal 26 November 2020, dan Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik/4735/XII/2020/Ditreskrimum tanggal 9/12/20 tidak sah dan tidak berdasar hukum.

Dengan demikian, penetapan standing tersangka terhadap Rizieq tak membawa kapabilitas hukum mengikat.

“Penyidikan yang dilakukan oleh Termohon tentang peristiwa pidana sebagaimana dituangkan didalam Penetapan Tersangka terhadap Pemohon sebagaimana dimaksud didalam Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 93 UU RI No. 6 Tahun 2018 mengenai Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 KUHP adalah tidak sah dan tidak berdasar atas hukum, dan oleh karenanya penyidikan aquo tidak membawa kapabilitas mengikat,” jelasnya.

Dengan demikian, pembela Rizieq Shihab meminta seluruh permintaan praperadilan diterima semuanya. Tak hanya itu, mereka meminta terhadap pihak termohon supaya menerbitkan surat perintah penghentian perkara (SP3).

Rizieq Shihab Menyerahkan 38 Bukti Beserta 7 Poin Yang Disampaikan

Berikut 7 poin yang disampaikan kubu Rizieq:

Menerima permintaan praperadilan Pemohon untuk seluruhnya.

  • Menyatakan bahwa Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik/4604/XI/2020/Ditreskrimum tanggal 26/11/20, dan Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik/4735/XII/2020/Ditreskrimum tanggal 9/12/20 adalah tidak sah dan tidak berdasar atas hukum, dan oleh karenanya penetapan aquo tidak membawa kapabilitas mengikat.
  • Penyidikan yang dilaksanakan Termohon mengenai peristiwa pidana sebagaimana dimaksud didalam Penetapan Tersangka terhadap diri Pemohon sebagaimana dimaksud didalam Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 93 UU RI No. 6 Tahun 2018 mengenai Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 KUHP adalah tidak sah dan tidak berdasar atas hukum, dan oleh karenanya Penyidikan aquo tidak membawa kapabilitas mengikat.
  • Menyatakan penetapan tersangka kepada pemohon yang ditunaikan Termohon beserta jajarannya adalah tidak sah, tidak berdasar hukum, dan oleh gara-gara itu tidak membawa kapabilitas hukum yang mengikat.
  • Penetapan yang dikeluarkan lebih lanjut oleh Termohon tentang Penetapan Tersangka terhadap diri Pemohon didalam hal ini surat perintah penangkapan no : SP.Kap/2502/XII/2020/Ditreskrimum tanggal 12 Desember 2020, dan surat perintah penahanan no : SP.Han/2118/XII/2020/Ditreskrimum tanggal 12 Desember 2020 adalah tidak sah dan oleh karenanya tidak membawa kapabilitas mengikat.
  • Memerintahkan Termohon untuk mengeluarkan Permohon berasal dari tahanan serta merta sejak putusan aquo dibacakan.
  • Memerintahkan kepada Termohon untuk mengeluarkan surat perintah pemberhentian perkara (SP3).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.