oleh

Rachland Nashidik Politikus Partai Demokrat

-NEWS-2 views

Rachland Nashidik Politikus Partai Demokrat memperbandingkan Kepala Staf Presiden Moeldoko bersama dengan senior-seniornya di TNI.

Rachland Nashidik memperbandingkan perihal itu sekaligus menyinggung soal isu kudeta Partai Demkrat yang berlangsung beberapa sementara terakhir.

Rachland Nashidik Politikus Partai Demokrat memberikan perihal tersebut melalui akut twitternya @RachlanNashidik.
“Moeldoko kira ambil paksa Demokrat gampang. Dia salah,” katanya pada cuitan yang sama.

Sebelumnya, Moeldoko membantah kabar bahwa dirinya mengidamkan lakukan kudeta.

“Ada beda besar antara Moeldoko bersama dengan senior-seniornya di TNI: Jend. Edi Sudrajat, Jend. Wiranto, Jend. SBY dan Jend. Prabowo. Para seniornya menentukan jalur terhormat di dalam berpolitik: menyebabkan Partai dan berkeringat di dalamnya,” cuit account @RachlanNashidik layaknya dikutip Bersaing.com, Jumat (5/2/2021).

cuitan rachland nashidik

Selanjutnya, dia membuktikan bahwa Moeldoko menilai mengambil alih alih paksa Partai Partai Demokrat sebagai perihal yang mudah.
“Moeldoko sudi kudeta? Lah kudeta apa. Anggaplah aku mempunyai senjata, Panglima TNI pengen jadi Ketua Demokrat. Emang dapat gua todong senjata para DPC, DPD, ‘eh berkunjung sini, gua todong senjata’,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa tiap tiap partai pasti mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Semua kan ada ketentuan AD/ART di dalam sebuah partai politik, jangan lucu-lucuan begitu ah. Jadi jika kami berbicara human capital, itu bukan intelektual Kapital yang pertama, emosional kapital,” ungkap dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed