oleh

Polri Belum Dapat Menjawab

-NEWS-0 views

Bersaing.com – Polri belum dapat menjawab terkait basic ketentuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir sejumlah rekning bank milik Front Pembela Islam (FPI). Polri berdalih bahwa pemblokiran berikut seluruhnya menjadi ranah dari PPATK.

Hal itu diungkapkan oleh Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan pas ditanya tersedia atau tidaknya keterkaitan pemblokiran berikut bersama dugaan tindak pidana transaksi keuangan didalam rekening bank FPI.

“Itu saya belum dapat jawab gara-gara ranah PPATK,” kata Ramadhan di Mabes Polri bersama dewan pers berita terbaru hari ini, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/1/2021).

PPATK di awalnya sudah memblokir atau lakukan penghentian pas transaksi dan aktivitas 59 rekening milik FPI. Pemblokiran didalam rangka pelaksanaan fungsi asumsi serta pengecekan laporan dan informasi semua transaksi keuangan yang berindikasi tindak pidana pencucian duit dan/atau tindak pidana lain.

Polri Belum Dapat Menjawab Terkait Pemblokiran Rekening FPI

PPTK mempunyai kewenangan berikut sesuai bersama Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 berkenaan Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) dan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2013 berkenaan Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

“(PPATK) sudah lakukan penghentian pas transaksi dan aktivitas rekening Front Pembela Islam (FPI) berikut afiliasinya,” demikian didalam info formal PPATK yang dikutip Suara.com, Rabu.

Di segi lain, pemblokiran itu terhitung dilakukan kegunaan ketentuan pemerintah membubarkan FPI. Keputusan itu tertuang didalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri RI, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Jaksa Agung RI, Kepala Kepolisian Negara RI, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme berkenaan Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut serta Penghentian Kegiatan FPI.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.