jokowi resmikan bendungan tapin

Jokowi Resmikan Bendungan Tapin

Diposting pada

Jokowi Resmikan Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Jokowi meyakini, keberadaan bendungan dapat meminimalisasi pengaruh banjir di Kabupaten Tapin.

“Pak Gubernur termasuk sampaikan, sebab Bendungan Tapin ini, banjir di Kabupaten Tapin mampu dikurangi sangat drastis sekali. Kecil sekali daerah yang terkena banjir, sebab Kabupaten Tapin punyai bendungan ini,” kata Jokowi di dalam acara peresmian Bendungan Tapin yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (18/2).

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa bendungan tapin punyai kapasita menampung air 56,77m3. dengan luas genangan sampai 425 hektare. Menurut dia, dengan kapasitas tersebut, bendungan ini berperan penting di dalam pengendalian banjir

Selain untuk pengendalian banjir, Jokowi termasuk menyatakan Bendungan Tapin mampu untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah tersebut, sebab mampu menyediakan air irigasi untuk 5.472 hektare sawah.

“Selain itu juga menyediakan air baku 0,5 m3 per detik dan termasuk membuahkan tenaga listrik 3,3 megawatt,” imbuhnya.

Jokowi melanjutkan, pengerjaan Bendungan Tapin berjalan sepanjang lima th. sejak 2015. Sedianya, pemerintah menargetkan bendungan tersebut rampung pada 2019, tapi baru selesai 2020.

“Untuk pembangunan Bendungan Tapi memerlukan biaya Rp 986,5 miliar, hampir menuju 1 triliun dengan jangka waktu lima tahun, ungkapnya pada berita terbaru hari ini.

Banjir Kalsel
Presiden termasuk menyinggung bencana banjir besar yang baru berjalan di Kalimantan Selatan. Menurutnya butuh penanganan komprehensif untuk mampu menanggulangi kasus banjir di Kalsel.

Banjir besar di Kalsel pada awal th. 2021 merendam lebih kurang 10 kabupaten/kota.

“Seperti yang kita ketahui, bahwa banjir di Provinsi Kalsel merupakan sebuah daerah yang sangat besar, kurang lebih 10 kabupaten/kota (terdampak) dan ini membutuhkan penanganan yang sangat komprehensif dari hulu-hilir,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi termasuk menghendaki Pejabat(Pj) Gubernur Kalsel Safrizal dan Bupati Tapin Arifin Arpan untuk merehabilitasi lahan kegunaan mencegah banjir. Eks Wali Kota Solo dan eks Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan, rehabilitasi lahan penting di dalam usaha penanggulangan banjir.

“Saya titip pak Gubernur dan Bupati sehingga intervensi rehabilitasi lahan penting sekali, penghutanan kembali, penanaman ulang di lahan-lahan,” tutur Jokowi.

“Terutama berkenaan DAS (daerah aliran sungai) harus langsung dikerjakan secara besar-besaran kecuali tidak rela kena banjir di era datang,” imbuhnya.

Banjir besar di Kalsel mengambil perhatian publik pada awal 2021. Greenpeace Indonesia menduga banjir Kalsel disebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) sudah kehilangan lebih kurang 304.225 hektar tutupan hutan sepanjang 2001-2019. Sebagian besar sudah beralih jadi perkebunan kelapa sawit.

Walhi pun mengungkapkan tersedia pemberian 427.952 hektare lahan konsesi di era Presiden Jokowi. Hal itu diakui berpengaruh pada suasana lingkungan.

Namun beda tanggapan dari Menteri LHK Siti Nurbaya, dan beberapa pejabat lainnya, menyatakan bahwa penyebab utama bencana banjir di Kalsel merupakan anomali cuaca. Tidak banyak cerita dan polemik Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tapin untuk menanggulangi masalah tersebut