oleh

Hilangkan Sebutan Kadrun Kampret

-NEWS-19 views

Bersaing.com – Hilangkan Sebutan Kadrun Kampret atau kata-kata yang tidak baik, karena kita semua adalah anak bangsa jadi tidak boleh saling merendahkan, ungkap Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang mengajak semua anak bangsa dalam acara berita hari ini.

Dalam lebih dari satu tahun terakhir, penggunaan ke dua nama binatang berikut menjadi lumayan terkenal digunakan akibat berasal dari pembelahan politik yang lumayan kuat terjadi sejak gelaran Pilkada DKI Jakarta dan berlanjut sampai sekarang, lebih-lebih di fasilitas sosial (medsos).

Sebutan tersebut, secara mengerti atau tidak sadar, sengaja ataupun tidak sengaja, kita sudah merendahkan dan melecehkan Tuhan Yang Maha Esa bersama dengan membawa sebutan masing-masing. Ada yang mengatakan ‘kadrun’, tersedia yang mengatakan ‘kampret’, itu kan nama-nama binatang. Padahal itu kan ciptaan Tuhan, kita manusia sama,” ujarnya melalui siaran video yang diunggah Gatot Nurmantyo di account @nurmantyo_gatot, dikutip Kamis (17/12/2020).

Hilangkan Sebutan Kadrun Kampret Dalam Deklarator KAMI

Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini mengajak semua anak bangsa untuk bernegara bersama dengan santun dan menghalau kalimat ‘kadrun’ dan ‘kampret’.

“Mari sama-sama, kita bernegara bersama dengan santun. Hilangkan kalimat layaknya itu. Kembalilah kepada bangsa Indonesia yang berbudaya tinggi melalui kalimat ‘Mas’, ‘Kakak’, ‘Abang’, panggilan ‘Ucok’, dan sebagainya agar bangsa menyaksikan kita sebagai bangsa yang terhormat,” tuturnya.

Pendiri Drone Emprit (DE), Ismail Fahmi melalui account @ismailfahmi yang diunggah pada 13 Agustus 2020 mengatakan sebelum saat terlihat arti “kadrun” dan “kampret”, lebih-lebih dahulu terlihat arti “cebong” dan “kampret” di fasilitas sosial Twitter. Istilah “cebong” dan “kampret” terlihat pada 2018 pas “kadrun” baru terasa 2019.

“DE memonitor stigma Cebong-Kampret sejak 2018. Tapi karena Kadrun terlihat 2019 maka tren dibuat sejak 1 Januari 2019,” kicau Ismail.
Menurutnya, ketiga arti itu merupakan stigma yang disematkan kepada siapapun yang mendambakan diberi label yang dilandasi oleh motif tertentu. Misalnya, dia menyebut karena berbeda pendapat, turut ideologi, atau komitmen tertentu.

Volume percakapan didalam berita terbaru arti cebong dan kampret naik turun sejalan sejak terlihat pada 2018. Kemudian disusul pembicaraan yang memanfaatkan arti Kadrun pada Mei 2019.

Berdasarkan anggapan DE, arti Kadrun merupakan akronim berasal dari kicauan pada 22 Februari dan 12 Maret 2019 yang menyebut kadal gurun. Kemudian, penyebutan kadal gurun ulang berulang dan dikaitkan bersama dengan mengerti radikal pada 15 Mei 2019.

“Sejak Tahun 2019, tren percakapan Kadrun (kombinasi “kadrun” OR “kadal gurun”) naik pesat dan jadi perbincangan yang luas. Penggunaannya makin lama masif sejak pas itu, mengalahkan tren volume penyebutan “cebong” dan “kampret”,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.