oleh

Anies Baswedan Ungkap 3 Fakta Banjir

-NEWS-4 views

Anies Baswedan Ungkap 3 Fakta Banjir yang sedang menyelimuti kota jakarta pada bulan ini yang dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi. Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim Pemprov DKI sanggup mengendalikan banjir yang menggenangi sejumlah wilayah.

“Alhamdulillah di dalam musim penghujan dan sebagian selagi ini mayoritas terlewati bersama baik,” tutur Anies di dalam keterangannya pada Selasa, 9 Februari 2021 didalam berita hari ini.

Anies Baswedan menyatakan berasal dari total 30.470 Rukun Tetangga (RT) di Ibu Kota, sebanyak 116 di antaranya tergenang banjir.

Anies Baswedan Ungkap 3 Fakta Banjir Diantaranya:

1. Prinsip Mengatasi Banjir
Dalam menanggulangi banjir setidaknya ada dua komitmen yang dipegang Pemprov DKI. Pertama, kata Anies, adalah 6 jam setelah hujan lebat berhenti genangan banjir ditargetkan wajib telah sanggup kering.

Selanjutnya adalah tidak boleh ada korban jiwa di dalam musibah banjir. “Dua itu adalah KPI (Key Performance Indocator) yang dipakai oleh seluruh jajaran,” ucap Anies.

2. Tak Semua Banjir Dapat Teratasi di dalam Waktu 6 Jam
Genangan air di sebagian wilayah DKI Jakarta sebetulnya sanggup diatasi di dalam selagi relatif singkat. Namun, tak seluruh banjir di Ibu Kota sanggup terlewati di dalam selagi enam jam.

Misalnya, banjir yang melanda tujuh Rukun Warga (RW) di Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Pada pukul 07.00 WIB pagi tadi, RW 07 Pejaten Timur tetap tergenang banjir setinggi 50 sentimeter (cm).

Wilayah itu telah digenangi banjir sejak Ahad sore, 7 Februari 2021, lebih kurang pukul 15.00 WIB, di mana puncaknya ketinggian air sempat capai 3 meter. Banjir disebabkan luapan air berasal dari Kali Ciliwung yang melintas di samping permukiman warga. Banjir baru seutuhnya surut menjelang sore hari.

3. Catatan BPBD
Pada Senin, 8 Februari 2021 pukul 12.00 WIB, BPBD DKI mencatat ada 42 RW dan 150 RT yang terendam banjir bersama ketinggian air paling tinggi capai 275 sentimeter.

Banjir berikut tersebar di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Persentase RT terdampak ini sebesar 0,49 % berasal dari total RT di Jakarta. Angka ini berselisih bersama yang disebutkan Gubernur Anies Baswedan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed