oleh

AHY dan SBY Tanpa Rasa Malu

-NEWS-2 views

AHY dan SBY Tanpa Rasa Malu – Mantan Pimpinan Komisi Pengawas Partai Demokrat( PD) Ahmad Yahya berkata kerakyatan di dalam badan partai bintang mercy sudah mati menyusul pemecatan yang dicoba oleh Pimpinan Biasa Agus Harimurti Yudhoyono kepada dirinya bersama 6 orang kandidat tua yang lain.

Para politikus tua itu dihentikan sehabis menyuarakan Kongres Luar Lazim( KLB) di Demokrat. Ahmad berkata pemecatan yang dicoba dengan cara sepihak itu merupakan titik terendah untuk kerakyatan. Ia mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono( SBY) serta Agus Harimurti Yudhoyono( AHY) membuktikan style bangsa di dalam partai.

” Style bangsa serta oligarki di partai Demokrat dicpertontonkan dengan cara berterus terang tanpa rasa malu oleh Agus Harimurti Yudhoyono( AHY) serta bapaknya Susilo Bambang Yudhoyono( SBY),” tutur Ahmad Yahya dalam catatan singkatnya, Senin bersama tim berita terbaru hari ini.

Lebih lanjut, Ahmad Yahya menarangkan aksi pemecatan yang dicoba oleh AHY serta mantan kepala negara yang keenam itu ditaksir tergesa- gesa selain itu AHY dan SBY Tanpa Rasa Malu melakukan hal tersebut.

Ia mengatakan aksi pemecatan itu wujud kebingungan SBY kepada putera sulungnya yang hendak lenyap kedudukan sehabis mengundurkan diri dari tentara.

” Sangat tergesa- gesa melaksanakan pemecatan kandidat tua yang jelas- jelas ialah kandidat yang pula menolong SBY dalam era kepemimpinannya cuma sebab kebingungan si putra awal kehabisan kedudukan jadi Pimpinan Biasa di partai yang membesarkannya sehabis mengundurkan diri dari tentara,” lanjutnya. Ahmad Yahya menarangkan, para kandidat tua partai yang dibuat pada 9 September 2001 itu berupaya membangunkan SBY dari mimpi era kemudian lewat KLB mengenang akuisisi suara partai menyusut dari 10% di Pemilu tahun 2014 jadi 7, 7 persen di tahun 2019.

” Dengan bermacam kekalahan ini namun AHY senantiasa dipaksakan jadi Pimpinan Biasa Demokrat lewat Kongres yang amat tertutup rapat serta tidak menjajaki Angkatan darat(AD) atau ART partai,” jelasnya.

Ahmad Yahya menerangkan pemecatan yang dicoba SBY serta putera sulungnya membuktikan kalau kerakyatan sudah mati di dalam Partai Demokrat. Ia menarangkan, pemecatan kepada kandidat tua jadi titik balik untuk para kandidat buat menyuarakan KLB.” Justru jadi momen di mata warga semua Indonesia, semua kandidat partai Demokrat di semua Indonesia terbuka luas, dan menyuarakan jihad politik buat melindungi partai yang lagi mengarah tenggelam ini,” tegasnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.