oleh

2 Polisi Terkena Sabetan Senjata Tajam Dalam Pembubaran Paksa

-NEWS-15 views

2 Polisi Terkena Sabetan Senjata Tajam Dalam Pembubaran Paksa pada pendemo aksi 1812 siang tadi didepan kantor Anies.

Sejumlah aparat kepolisian diklaim mengalami luka-luka akibat terserang massa aksi 1812 di daerah kurang lebih Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2020). Luka-luka yang dialami petugas disebut dikarenakan ditusuk sampai dibacok senjata tajam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut kecuali aparat terluka sajam itu terjadi waktu membubarkan pendemo yang menuntut agar Rizieq Shihab dibebaskan.

“Sampai bersama waktu ini yang tadi saja yang kena sabetan tusukan tetapi tidak benar-benar ini ya,” kata Yusri ditemui di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat.

berita terbaru hari ini

2 Polisi Terkena Sabetan Senjata Tajam Namun Tidak Parah

Yusri mengatakan, personel yang terluka berikut berjumlah dua orang. Keduanya terluka disaat memukul mundur massa aksi 1812 di kurang lebih Jalan Medan Merdeka Selatan dekat Balai Kota DKI Jakarta.

“Sabetan senjata tajam terhadap anggota pada saat pembubaran paksa di depan kantor Gubernur. Ada dua yang terkena sajam,” tuturnya.

Hingga saat ini kedua polisi tersebut masih dalam keadaan sehat karena lukanya tidak parah, tutur Yusri

Langsung Dibubarkan

Polisi segera membubarkan massa yang baru mengawali demonstrasi di kawasan Patung Kuda. Namun pada saat dibubarkannya masa, para pendukung Rizieq itu sempat mencoba bertahan sambil memekikkan takbir dan juga tahlil.

Pantauan berita terbaru hari ini di lokasi, massa awalnya berdatangan ke daerah Patung Kuda kurang lebih pukul 13.20 WIB. Aparat kepolisian yang berjaga segera merespons massa yang datang.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto lewat pelantang nada mengimbau massa segera membubarkan diri. Namun massa masih pilih bertahan.
Sejumlah personel laskar FPI kelihatan memicu barikade melindungi massa dan satu mobil komando.

Melihat massa berkukuh diri, Komisaris Heru lewat pelantang nada memerintahkan anak buahnya untuk membubarkan peserta aksi.

Kalimat takbir dan tahlil bersahutan di lokasi. Massa enggan begitu saja mundur berasal dari daerah Patung Kuda.

“Allahuakbar Allahuakbar, La ilahailallah la ilahailallah,” teriak masa yang masih bertahan.

Kendati begitu, aparat senantiasa memukul mundur massa yang bertahan. Bahkan, orang-orang berada di atas mobil komando juga lebih dari satu kiai dan ustaz dipaksa untuk turun.

Tak Berizin

Polda Metro Jaya di awalnya udah menegaskan tidak beri tambahan Surat Tanda Terima Pemberitahuan atau STTP mengenai aksi 1812.

Polisi menegaskan tidak akan beri tambahan STTP terhadap izin keramaian apa-pun sepanjang era pendemi Covid-19.

Mantan Kapolda Jawa Timur itu kemudian mengatakan, bahwa kerumunan massa yang sempat terjadi dalam serangkaian acara Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat dan Tebet, Jakarta Selatan telah terbukti dampaknya.

Dari hal ini akan adanya operasi kemanusiaan apabila aksi 1812 itu tetap dilaksanakan oleh simpatisan Rizieq.

Sehingga dia membuktikan akan lakukan operasi kemanusiaan seandainya aksi 1812 itu senantiasa ditunaikan oleh simpatisan Rizieq.

“Itu akan kami lakukan didalam bentuk operasi kemanusiaan. Akan kami lakukan 3 T, agar kerumunan bisa dikendalikan,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed