oleh

17 Daerah Positif Corona Saat Menjelang Pilkada

-NEWS-1 views

Bersaing.com – 17 Daerah Positif Corona Saat Menjelang Pilkada diungkapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diungkapkan didalam berita terbaru hari ini.

Deputi I Bidang Sistem dan Strategi BNPB Bernardus Wisnu Widjaja menyebut 17 berasal dari 28 zona merah Covid-19 turut menyelenggarakan Pilkada 2020.
“Terlihat peta zona merah per 25 November, ada 20 area yang hijau, 121 kuning, 345 risiko sedang, 28 kabupaten/kota yang berrisiko tinggi.

Kalau kami memandang khusus di zona pilkada, tetap ada 17 kabupaten/kota,” kata Wisnu di dalam webinar yang diselenggarakan KPU RI, Rabu (25/11).
Wisnu mengatakan ada 309 kabupaten/kota yang dapat terlibat pilkada. Dari jumlah itu, 17 area merupakan area zona merah, 215 zona oranye, 67 zona kuning, dan 10 zona hijau.

17 Daerah Positif Corona Mengecam Pilkada

Sebanyak 17 zona merah Covid-19 di area pilkada adalah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara; Kota Payakumbuh, Sumatera Barat; Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau; dan juga Kota Bandar Lampung dan Pesawaran di Lampung.

Lalu ada Kota Cilegon, Banten; Bandung, Karawang, dan Tasikmalaya di Jawa Barat; Boyolali, Kendal, Pemalang, Sukoharjo, dan Sragen di Jawa Tegah; Barito Timur, Kalimantan Tengah; dan juga Kutai Kartanegara dan Kutai Timur di Kalimantan Timur.

Meski begitu, Wisnu menyebut situasi pandemi Covid-19 area yang menyelenggarakan dan tidak menyelenggarakan pilkada tak sangat berbeda.
Ia mengklaim tak ada klaster penularan Covid-19 gara-gara pilkada. Menurut Wisnu, situasi pandemi di Indonesia baik-baik saja selama tahapan pilkada dilaksanakan.

“Artinya bahwa usaha kita, kerja bareng kita menunjukkan hasil yang selama proses pilkada cukup bagus saya kira mencegah penularan,” tuturnya dalam berita hari ini.

Pilkada Serentak 2020 selalu berlanjut di sedang situasi pandemi Covid-19. Hari pemungutan suara selalu jatuh pada 9 Desember mendatang dan dihelat serentak di 270 daerah.

Pilkada ini dapat mencetak peristiwa di kepemiluan Indonesia gara-gara menyerentakkan 270 pemilihan. Sebanyak 100.359.152 orang di 309 kabupaten/kota tercatat sebagai pemilih di dalam pilkada ini.

Pademi virus corona memang memperhambat semua rutinitas, namun peraturan yang dibuat oleh pemerintah harus di patuhi dan diikuti. Kesadaran tentang pemutusan penyakit covid ini sangat diperlukan untuk jangka panjang oleh karena itu kita sebagai rakyat harus mematuhi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed