oleh

1 Dari 23 Teroris Lampung Dibawa Ke Jakarta

-NEWS-6 views

Bersaing.com – 1 Dari 23 Teroris Lampung Dibawa Ke Jakarta Merupakan DPO Polri yang sejak lama di cari dan kini 1 teroris ditangkap dan akan diadakan penelusuran. Kabag Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menerangkan, dua diantara 23 terduga teroris Lampung yang ditangkap merupakan DPO Polri melengkapi berita terbaru hari ini.

Keduanya yaitu Zulkarnaen dengan kata lain Arief Sunarso dengan kata lain Daud dan Taufik Bulaga dengan kata lain Upik Lawanga.

Sebanyak 23 terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) itu ditangkap di Lampung Tengah.

Puluhan teroris Lampung itu dibawa ke Jakarta. Mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sekitar pukul 12.47 WIB bersama menumpang pesawat Batik Air style Airbus 320 PK-LAO.

Proses penurunan 23 terduga teroris Jamaah Islamiyah selanjutnya dikawal ketat oleh personel Densus 88.

Setiap tersangka diturunkan bersama pengawalan dua orang personel. Para tersangka terjadi tanpa mengenakan alas kaki dan tangan diborgol.

berita terbaru hari ini

1 Dari 23 Teroris Lampung Dibawa Ke Jakarta, Otak Bom Kedubes Filipina

“Tim Densus 88 menangkap 23 tersangka teroris Jaringan JI di Lampung. Dari 23 tersangka yang diamankan ada dua tersangka yang merupakan DPO Polri,” kata Ramadhan kepada awak media, Rabu (16/12/2020).

“Pertama Zulkarnaen merupakan DPO selama 18 tahun. Kemudian satu ulang Upik Lawanga,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, Upik Lawanga merupakan bagian JI yang mempunyai keahlian dalam pembuatan senjata dan pembuatan bom dan terlibat teror seperti bom Tentena, bom GOR Poso, bom Pasar Central dan urutan tindakan teror lainnya pada 2004 sampai th. 2006.
a melanjutkan, Zulkarnaen merupakan pimpinan Askari Markaziah Jamaah Islamiyah dan merupakan pelatih akademi militer di Afghanistan selama 7 tahun, arsitek kerusuhan di Ambon, Ternate, Poso pada th. 1998 sampai 2000.

“Otak dari peledakan Kedubes Filipina di Menteng pada 1999, terhitung ledakan gereja serentak pada malam Natal dan th. 2000 dan 2001, bom Bali I 2002, bom Marriot pertama th. 2003, bom Kedubes Australia 2004, bom Bali II th. 2005. Sedangkan 21 tersangka lainnya memiliki peran dan berpotensi dan juga berkontribusi dalam perencanaan tindak pidana teror dikemudian hari,” urainya.

Ramadhan menyampaikan, 23 tersangka teroris ini rencananya akan dibawa ke tahanan teroris. Namun, ia enggan menyebutkan akan dibawa ke tempat tinggal tahanan (rutan) mana.

“Kami sampaikan sesudah ini 23 tersangka dibawa ke tahanan teroris,” pungkasnya.

Sumber : Jakarta.suara.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.